Di endeku ho hutonahon
Bohimi sai hot di rohangki
Tung so boi be ho huhalupahon
Sai jotjot ho ro tu nipiki
Rap na jolo hita sian huta
Tolu ari tolu borngin ndang ni hilala
Martata huhut martolha tolha
Laos disi do tubu holong ni roha
Jumpang ma ujung ni pardalanan
Tangis ahu ito di ari parsirangan
Tung gomos tangan mi marsijalangan
Sude na i tahe ndang tarlupahon
Di endeku ho hutonahon
Bohimi sai hot di rohangki
Tung so boi be ho huhalupahon
Sai jotjot ho ro tu nipiki
Tu dia ho luluanhu
Tolu taon sai tarpaima ahu
Sai andigan ma hita pajumpang
Naeng pajumpang pasombu siholhi
Joy Tobing Menuju Asian Idol, Delon Tetap Digandrungi
AP Photo/Dita Alangkara
JUARA INDONESIAN IDOL – Joy Destiny Tobing (tengah) menerima ucapan selamat rekan-rekannya setelah dinyatakan keluar sebagai pemenang kompetisi Indonesian Idol di Jakarta, Sabtu (4/9).
JAKARTA – Jelas sudah siapa yang dibutuhkan dan diidamkan industri musik dan publik lokal, bukan hanya Delon (26) yang tampan dan simpatik, akan tetapi kualitas dan pengalaman yang dipegang sang pemenang Joy Destiny Tobing (24).
Ya, Indonesian Idol yang baru pertama kali berlangsung, terbukti bisa sekaligus menghibur pemirsa RCTI dari gelar audisi, babak pre-eliminasi, spektakuler final, hingga grand final.
Berbanding-banding profesionalitas dan amatiran, Joy tentu sulit dikalahkan oleh ”anak bawang” Delon yang (dulu) sekadar cari duit tambahan sebagai wedding singer. Sementara Joy pernah jadi Juara I Grand Final Cipta Pesona Bintang (RCTI, 1994), Juara I Final Aksi (RCTI, 1995), dan Juara I Grand Championship Laser Karaoke Pioneer In Asia (di Cina dan Jepang). Belum lagi dengan kerap kali mengisi acara internal di berbagai perusahaan, resepsi ulang tahun dan pernikahan, serta aktivitas kerohanian. Joy juga sempat menerbitkan lagu-lagu rohani (1996), lagu-lagu Batak, dan lagu pop Indonesia (1997).
Dengan tambahan pengalaman lolos audisi Indonesian Idol di antara 34.000 lawan, lalu mengalahkan ”level ancaman” Nania, Helena dan Lucky, serta puncaknya menumbangkan favorit Delon, bisa dipastikan gadis Batak bersenyum ramah ini patut dipercaya sebagai wakil Indonesia di ajang Asian Idol (yang rencananya berlangsung di Jakarta), dan kemudian World Idol.
”Meski lebih sulit (nanti) di World Idol dengan lawan-lawan asing yang berat. Moga-moga saya bisa membawa nama baik Indonesia di sana,” janji Joy saat jumpa wartawan, Minggu (5/9) dini hari.
Apa pun urusan di balik hasil nyata, bisa dianggap Indonesian Idol I telah berkeputusan bijak. Untuk urusan internasional, biarlah kualitas dan pengalaman Joy yang patut bermain. Ini kalau melihat pasar industri rekaman lokal yang masih sulit menerima kategori R&B, hip-hop dan gospel dari Joy. Meski susah diramal dari awal, kalau sekadar ngegampangin maka kontrak album solo (150.000 kopi) dari BMG Indonesia buat Joy, ternilai sulit meraup angka penjualan tinggi. Itu kalau hanya memandang selera mayoritas publik Indonesia yang masih dangdut banget dan pop abis.
Sebaliknya, ada harapan setinggi-tingginya karena memang Delon (runner-up) pasti juga diberi peluang proyek album solo. Ini melihat penampilan Delon selama babak spektakuler di Balai Sarbini, dan demikian afdal saat kembali bernyanyi slow-beat, ”Karena Cinta” ciptaan Glenn Fredly. Siapa juga tahu, kalau selera publik Indonesia mulai terbentuk dengan lagu jenis begini sejak masa emas Michael Jackson dengan ”Ben” dan ”One Day In Your Life”.
Kekuatan Joy
Di balik itu, kekuatan Joy malah terasa meningkat dengan konsep masukan hip-hop dan gospel pada tiap penampilannya di Indonesian Idol.
Bayangkanlah kemampuannya mengatasi kesulitan untuk berbagai jenis lagu dengan konsep bernyanyi kreatif. Dimulai dari ”Nothing Compares 2 U” (ciptaan Bono ”U2” yang dipopulerkan Shinead O’Connor), ”Seindah Biasa” (Siti Nurhaliza), ”To Love You More” (Celine Dion), ”Pelangi” (Chrisye), ”Kamu Harus Pulang” (Slank), ”Mengertilah Kasih” (Ruth Sahanaya), ”Kuakui” (Dewi Sandra), ”Yang Terbaik” (Ruth Sahanaya), dan ”Surat Cinta” (Vina Panduwinata). Lalu berlanjut dengan nilai voting terakhir buat lagu pilihan sendiri ”Kuakui”, lagu pilihan dewan juri ”The Trouble With Love Is” (Kelly Clarkson), dan lagu wajib ”Karena Cinta” di babak grand final Sabtu (29/8) silam.
Entah bagaimana ragam pendapat yang masih bergulir seputar tren Indonesian Idol di mata publik Nusantara. Seru sekaligus menegangkan, apalagi ada semacam tanggung jawab terhadap kualitas. Bagus memang, orang Indonesia kini mulai fanatik terhadap makna kualitas ketimbang hanya dibuai mimpi keindahan dan pesona lahiriah.
Maka Joy bisa menikmati buah dari Tuhan yang berhasil dipetiknya. Suara yang terhimpun melalui SMS dan Televoting atas dasar kualitas (atau fanatisme lainnya) ternyata bisa mengalahkan ”dukungan tampang” buat Delon. Nilai bagi Joy nyaris 6 persen di atas Delon.
Sejak menjelang grand final Indonesian Idol, Joy mengaku sudah gak bisa tidur. ”Sampai mimisan, gak biasanya. Tetapi itu (ternyata) pertanda anugerah Tuhan (bagi dirinya),” kisah Joy dalam rasa haru dan bahagia.
Dia mengaku selalu fokus dan konsentrasi dalam setiap penampilan di Indonesian Idol. ”Saya tidak pikir aneh-aneh dari awal,” sambungnya.
Ikut hadir di antaranya project director Indonesian Idol, Daniel Hartono, tiga dewan juri lainnya (Meuthia Kasim, Dimas Djayadiningrat, Titi DJ), Susan Trinidad (Fremantle Media), disamping dua teratas, Joy dan Delon. Pada dini hari Minggu itu ada bocoran tentang Helena, finalis Indonesia Idol yang memilih minggat, serta rencana konser tur Joy dan sembilan finalis lainnya ke Bandung, Yogyakarta, Makassar, Medan dan Surabaya mulai Sabtu (11/9) mendatang hingga 16 0ktober 2004. (SH/john js)
Reply