Seandainya waktu bisa kuputar kembali…

Kalau saja waktu itu aku tidak menemui mu, saat ini aku tak perlu memikirkan hal ini, seandainya kamu bisa menghargai apa yang kulakukan, mungkin aku tidak perlu menuliskan ini. Terkadang aku merasa seperti menyesal berbuat baik, menyesal untuk memberikan waktu, pikiran dan energiku untukmu. Saat ini aku sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi, yang ku inginkan bagaimana aku bisa menerima kenyataan bahwa apa yang kulakukan selama ini adalah kesia-siaan.

Ternyata ketulusan dan keseriusan yang kutunjukkan selama ini hanyalah sebuah lobang yang dalam yang menjadikan aku terpuruk oleh pikiranku sendiri. Terlalu bodoh memang, tapi aku tidak memiliki kemampuan apa apa untuk keluar dari sini. Aku juga tidak berharap kamu datang untuk melihatku sekarang ataupun kamu bisa membantu aku untuk keluar dari semua ini.

Seandainya waktu bisa kuputar kembali, aku tidak akan mendengar kata kata manis yang keluar dari mulutmu, aku tidak akan peduli dengan pelukanmu, aku tidak akan peduli dengan senyuman yang telah menjadikan aku seperti ini. Dalam keterpurukanku saat ini, aku hanya berharap kamu bisa menghargai sedikit saja dengan apa yang sudah kita lewati bersama.

Posted by on Oct 21st, 2007 and filed under My Life. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response by filling following comment form or trackback to this entry from your site

Leave a Reply

*