Menikah.. dan menikah…. Kapan?

Kapan menikah? Pertanyaan ini banyak sekali aku dengar akhir-akhir ini, dari Bos di kantor, dari istri bos satu lagi, dari client, belum lagi orang orang yang sebenarnya tidak punya kepentingan untuk menanyakan hal ini. Terakhir aku mendapat pertanyaan itu dari teman SMA yang sudah 13 tahun lebih tidak pernah ketemu.  Selama 3 jam pertemuan kami kebanyakan membahas hal tersebut. Aku sendiri bingung kapan aku akan menikah?
Terlalu memilih? Mungkin ia, menurutku memilih itu sangat penting dalam membuat keputusan dengan siapa aku akan menikah? Sebagian orang mungkin akan menyalahkan aku karena aku terlalu pemilih. Tapi dengan resiko apapun hingga aku harus menjalani hidup terlambat menikah akan aku hadapi. Yang paling penting aku hanya mau menikahi seorang wanita yang “takut akan Tuhan” dan wanita yang sanggup membuatku mencintainya selama lamanya.

Posted by on Aug 9th, 2007 and filed under My Life. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response by filling following comment form or trackback to this entry from your site

7 Responses for “Menikah.. dan menikah…. Kapan?”

  1. adhisimon says:

    Tenang lae, setiap orang punya cara masing-masing. Lae mungkin punya cara lae, mereka juga punya cara mereka sendiri. Mereka berhak mengungkapkan cara mereka ke lae, tapi semua kembali tergantung ke lae bagaimana menanggapi tentang cara mereka. ;-)

  2. Membaca artikel yang satu ini aku jadi senyum-senyum sendiri, karena aku mengalami hal yang sama. Setiap keluarga atau teman yang bertemu selalu menanyakan hal yang sama. Awalnya suka bete ditanya-tanya, lama-lama udah kebal, cukup dijawab dengan senyum paling manis sambil ngomong “ya…doain aja inang/amang/tulang dll”. Pasti kalimat selanjutnya dari mereka adalah “jangan terlalu pilih-pilih lah…..gak usah milih yang ganteng lah….. yang penting baik…” Biasanya aku langsung bilang ” nah… milih yang baik dan takut akan Tuhan yg susah….cari yg ganteng gampang… tapi yg benar-benar anak Tuhan susah…”
    Kalo seseorang takut akan Tuhan, sayang akan Tuhan, dia akan memancarkan kasih sayangnya ke sekelilingnya apalagi pasangannya, dan itu membuat kita sebagai pasangannya akan makin jatuh cinta setiap hari…
    Jadi ito, tidak ada istilah terlambat dalam menikah, karena Tuhan akan memberikan indah pada waktunya… GBU.

    Rouli Nababan

  3. Bang Juntak says:

    Mauliate ito dah berkunjung ke situs saya.. blog ini hanya tempat untuk menuangkan apa yang ada di kepala… seperti judulnya Uneg-Uneg.. Dan untuk tanggapan yang ito berikan ini saya sangat setuju sekali. Seperti itulah yang saya cari.

    Sekali lagi mauliate dah berkunjung

    Horas

  4. Sudung Sitompul says:

    Dear Lae Simanjuntak,
    Saya menemukan blog lae dengan tidak sengaja karena saya sedang mencari tau lebih banyak lagi tentang Simanjuntak, sejarahnya, dan nilai2 apa yang sampai sekarang masih dianut (dengan sangat kuatnya) khusunya mengenai ‘masalah’ Simanjuntak parhobo jolo dan pudi.
    Terus terang saja kami ( saya dan calon ) baru saja membatalkan pernikahan yang seharusnya kami langsungkan Desember nanti. Putus sudah harapan saya untuk menjadikannya istri yang saya percaya akan menjadi berkat Tuhan bagi saya disepanjang hidup saya.

    Kendala yang kami hadapi adalah tidak dapat bertemunya pernikahan itu di adat. Mamanya yang marboru Simanjuntak dengan Tulang rorobot mama saya yang Simanjuntak parsuratan.

    Saat ini saya tidak dapat menyalahkan siapa2. Hanya positive thinking aja kalau itu semua adalah hanya rencana Tuhan yang jadi, bukan rencana manusia. Saya yakin Dia akan memberi yang terbaik untuk anak2nya. Walau dalam doa saya kadang2 protes juga, “God…why???”

    Saat mencari2 di search engine dgn keyword ‘Simanjuntak’, saya menemukan situs simanjuntak.or.id. Situs yang menurut saya exclusively hanya untuk para Simanjuntak si tolu sada ina – dalam hal untuk menjadi penulis. Karena harus register dan persyaratannya juga khusus, dalam satu kolom diminta untuk mengisi Simanjuntak ‘jenis’ apa dia?
    Well, itu tidak mengurungkan niat saya untuk melihat tulisan2 yang ada di situs itu, banyak yang menarik, tapi tidak ada yang tulisan mengenai masalah yang sedang saya hadapi sekarang. Lalu saya menemukan blog lae dan menemukan artikel ini.

    Sedikit intermezzo, saya juga banyak sekali berdiskusi dengan teman2 lain batak mengenai ini. Kapan menikah? Dengan siapa menikah? Haruskah menikah? Dan semua nya tercengang dan hampir tidak dapat percaya kalau saya sudah membatalkan pernikahan. Saya share ke mereka semuanya, sebuah pembelajaran yang sangat mahal harganya…”kapan menikah?” belum cukup, “dengan siapa?” untuk merencanakan pernikahan juga menjadi faktor X yang tidak boleh diremehkan. Kesalahan yang utama bagi saya, itu yang saya katakan pada mereka. Well, mungkin saja banyak orang ang dapat meneruskan pernikahan dalam situasi seperti masalah saya, dimana ada pihak2 yang berbesar dan tulus hati demi kebahagiaan anak2 mereka. “But bro..sometimes shit happened!” – itu yang saya garis bawahi untuk temen2 saya.

    Life must go on…saat ini saya sudah dilengkapi dengan fatigue alarm yang ter install otomatis di hati dan pikiran saya. Saya tidak akan mengulagi kesalahan saya untuk kedua kalinya. So…kapan menikah?? pertanyaan yang sangat mengiris perasaan saya. I think God can explain…(song: Splender):

    Theres a lot of things I understand,
    And theres a lot of things,
    That I dont want to know.
    But youre the only face,
    I recognize, its so damn sweet of you,
    To look me in the eyes.
    Its all right, Im o.k.,
    I think God can explain,
    I believe Im the same,
    I get carried away
    Its alright, Im o.k.,
    I think God can explain
    Im relieved, Im relaxed,
    Ill get over it yet,
    The scent of vaseline,
    In the summertime,
    The feel of an ice cube,
    Melting over time,
    The world seems bigger than both of us,
    Yet it seems so small,
    When I begin to cry.
    Its all right, Im o.k.,
    I think God can explain,
    I believe Im the same,
    I get carried away
    Its alright, Im o.k.,
    I think God can explain
    Im relieved, Im relaxed,
    Ill get over it yet,
    Im so much better than you guessed,
    Im so much bigger than you guessed,
    Im so much brighter than you guessed.
    Its all right, Im o.k.,
    I think God can explain,
    I believe Im the same,
    I get carried away
    Its alright, Im o.k.,
    I think God can explain
    Im relieved, Im relaxed,
    Ill get over it yet,
    Ill get off of your back,
    I think God can explain.
    I think God can explain.
    I think God can explain.

    Terima kasih sudah mau memuat tulisan saya. Oia, Saat ini saya sedang memesan sebuah lukisan sebagai monumen akan apa yang telah terjadi, cukup sentimentil juga yah? hehehe. Nanti akan saya foto dan imel ke Lae deh. Senang berkenalan dengan Lae.

    Horas,
    Hasudungan Sitompul

  5. Bang Juntak says:

    hmm. Lae hasudungan… coba lebih di jelaskan lagi lae kendala yang sedang lae hadapi sekarang ini. (Hubungan dalam paradaton) maksudnya saya masih kurang mengerti apa yang lae sebutkan menjadi masalah disini. Biar kita nanti bisa menjelaskan ini. Dan tulisan lae ini juga akan saya posting di situs Simanjuntak siapa tahu ada yang bisa menjelaskannya.

    Dalam keluarga KK saya (Kk saya nikah dengan Marga Tobing) sedangkan dalam keluarga itu ada juga Simanjuntak horbo jolo tapi tidak ada masalah koq lae.

    Horas

  6. henhen says:

    Memang sangat menarik untuk membicarakan pernikahan apalagi umur makin bertambah. Selalu saja orang bertanya kapan menikah.
    Menikah adalah keputusan sekali seumur hidup, jadi menurut saya harus dipertimbangkan dengan matang dan didoakan jauh-jauh hari.
    Karena itu jangan sampai terburu buru karena deadline umur agar tidak sengsara seumur hidup.
    Bagi orang yang percaya akan rencana Tuhan dan kuasanya atas hidup kita maka tidak ada kata terlambat dalam menikah. Semua sudah ada dalam rencana Tuhan karena Tuhan tahu apa yang terbaik buat kita. Hanya sering kali kita yang belum mengerti dan menemukan apa yang terbaik yang telah Tuhan sediakan bagi kita.
    Tetaplah berharap, cinta jangan buru-buru! Berdoalah untuk pasangan hidup yang terbaik bagi Tuhan, bagi kita dan bagi keluarga kita.

    Kapan kita menikah itulah WAKTU YANG PALING TEPAT yang Tuhan sediakan bagi kita.
    Dengan siapa kita menikah, itulah PASANGAN TERBAIK yang telah Tuhan berikan bagi kita.

    Salam,
    Henhen
    Simanjuntak Hutabulu Si Raja Odong no. 16

  7. nnatea says:

    hmm…pertanyaan yang standar yang sering bgt aku dptkan dr orng2 sekitarku, awalnya bete bgt tp lama-kelamaan jd terbiasa n ga terlalu diambil pusing.
    http://www.seemeagain.com

Leave a Reply

*