Tadi pagi aku menerima sms yang menurutku aneh.. Penting banget sih ngirim sms seperti itu? Intinya aku tidak boleh menelpon, sms atau apapun itu walau hanya sekedar “apa khabar”? Ditengah kesibukan saat ada event seperti hari ini, menjawab sms seperti itu sangat tidak mungkin. Sekenanya ku balas “yups, ngga akan lagi koq”. Entah persoalan apa lagi yang muncul aku tidak tahu sehingga pernyataan yang sangat tegas itu harus dia lontarkan ke aku. Aku pikir tidak perlu seperti itu kalau mereka bisa mengenal siapa aku yang sebenarnya. Selama ini memang dia selalu negative thinking ke aku. Tidak pernah mencoba memahami siapa aku yang sebenarnya. Aku sendiri sudah berusaha untuk baik baik. Tapi tetap aja ada pihak-pihak yang tidak terima dengan sikapku.
Salah satu bukti nyata yang pernah kami bicarakan bersama, (baca di sini) semuanya dah kujelaskan bahwa aku bukan siapa-siapa lagi. Aku tidak ada niat untuk mengembalikan harapan harapan yang dulu. Karena bagiku sendiri sudah terlalu basi dan aku sudah sangat mengenal setiap pribadi mereka. Tapi koq masih berpikiran yang aneh-aneh? Seandainya aku tega mengeluarkan kata-kata “kalau mereka itu hanya ke-GR an, dari kemarin sudah aku ucapkan kata kata seperti itu.
Terkadang aku pengen tertawa sendiri mengingat semua kejadian-kejadian yang kami lalui selama ini. Dari dulu aku ingin memperbaikinya walaupun sebenarnya tidak ada keuntungan pribadi yang kudapatkan dari situ. Aku hanya merasa ngga rugi kalau hubungan kami tetap baik-baik. Beberapa saat kebelakang memang semuanya bisa enak dan semuanya bisa tertawa bareng-bareng. Tapi itu tidak bertahan lama, masalah muncul lagi dari mereka sendiri, kalau menurutku mereka tidak bisa menyelesaikan masalah diantara mereka sendiri sehingga aku menjadi sasaran. Toh dari aku sudah terbuka di depan mereka mengeluarkan pernyataan bahwa aku tidak mengharapkan apa apa. Tapi kenapa musti ada yang negative thinking?
Kusadari dari kejadian hari ini, aku memang sudah menjadi sumber masalah diantara mereka. Entah kenapa bisa seperti itu aku sendiri bingung melihatnya. Padahal aku merasa tidak pernah memicu masalah diantara mereka. Pikirin mereka mungkin terlalu jauh menilaiku. Sama seperti pernyataan yang pernah aku terima dulu : (baca di sini). Atau ini adalah cara mereka yang tidak bisa aku mengerti? Entahlah. Aku sudah tidak mau memikirkan itu lagi. Aku hanya bisa menjalani apa yang mereka minta. Lagian aku ngga pernah rugi menerima keputusan seperti itu. Kalau memang itu demi kebaikan mereka aku sendiri tidak keberatan untuk tidak berhubungan lagi dengan mereka.
Kalaupun hubungan kami baik baik saja itupun tidak akan memberikan keuntungan apa-apa untuk aku pribadi. Berteman itu kan ngga perlu direncanakan ataupun butuh komitmen di awal. Semuanya akan terseleksi sendiri. Siapa yang layak jadi teman dan siapa yang tidak perlu ditemanin. Sama seperti dengan mereka ini, bagiku sudah tidak layak dikasih hati. Hampir satu tahun aku sudah berusaha baik-baik tapi yang kudapatkan malah seperti ini. Buat apa aku harus bertahan dengan pikiranku? Lagian ngga ada koq yang kuharapkan. Tujuan aku untuk tetap baik-baik ngga pernah bisa di mengerti.