PASS17 ASSOCIATES

Dengan EO, Persiapan Sehari Pun Bisa Diatasi

Heru Widodo (30), sibuk menemani rekan-rekan wartawan yang menghadiri sebuah konferensi pers yang diadakan kliennya. Tas di punggung, lembaran kertas berisi data-data penunjang menemani selama pertemuan itu berlangsung, Kamis (8/3).

“Ada dua pihak yang harus dilayani. Pertama klien, dan yang kedua rekan-rekan media yang kami undang. Hal penting lainnya yang tidak boleh dilupakan adalah pengaturan waktu,” ujar Heru, yang bekerja di MediaComm, perusahaan yang bergerak di bidang event management.

Apa yang dikerjakan Heru adalah sekelumit dari pekerjaan penyelenggaraacara atau yang dikenal dengan event organizer (EO). Tujuan pekerjaan mereka memuaskan klien, untuk suksesnya sebuah acara, mulai dari konsep sampai hari H-nya.

“Kepuasan tersendiri jika bisa membuat klien puas dengan acara yang kami kerjakan. Bila klien puas, mereka akan kembali lagi,” kata Massaprie Sejati, Manajer Primadona Entertainment, yang banyak menggelar acara hiburan untuk perusahaan dan instansi.

Ukuran kepuasan klien tidak bisa diukur dengan angka. Seperti peluncuran dan pengenalan produk baru, biasanya klien akan puas apabila banyak pengunjung yang datang dan membeli produk yang ditawarkan.

Oleh sebab itu, persiapan yang dibutuhkan sebelum tirai dibuka harus rinci dan matang. Tedy Willem W, Direktur Produksi Pass 17 mengatakan, persiapan mulai dari konsep yang disusun berdasarkan permintaan klien, usulan kreatif EO, penyusunan teknis di lapangan, latihan dan simulasi, hingga pelaksanaannya.

Agar sebuah acara sukses, butuh persiapan sekitar dua bulan. “Tapi bergantung jenis acaranya. Ada yang seminggu, dua minggu, atau sampai tiga bulan. Saya pernah meng-handle acara yang persiapannya sehari,” kata Tedy.

Pengalaman menyusun acara hanya dalam sehari dialami Tedy beberapa tahun lalu, saat EO dari Jakarta batal mengerjakan permintaan kliennya.

Menurut Tedy, fungsi EO dalam optimalisasi penyelenggaraan acara ada empat, yaitu perencana, manjerial, pelaksana, dan pengorganisasian. Hal penting lainnya, kualitas, sumber daya, dan dana.

“Untung anak buah saya sudah berpengalaman dan tahu benar pekerjaan yang harus dilakukannya. Hanya butuh briefing sebentar, kami bisa kerja sesuai tugasnya masing-masing,” kata Tedy.

Pekerjaan yang ditekuni Massaprie sebagai penyelenggara acara didasari hobi. Pada awalnya ia suka memerhatikan pergelaran seni di kampungnya, dan lama-lama tertarik menekuninya. Lain lagi dengan Heru yang terjun ke dunia EO sejak di bangku kuliah.

Layaknya sebuah usaha, pasti ada seleksi alam dan jatuh bangunnya. Bisnis EO pun demikian. EO dituntut memiliki jaringan kuat, kreatif, dan mampu menjalin kerja sama yang baik dengan klien. Mereka inilah yang bisa bertahan. (Timbuktu Harthana)

Sumber: Kompas, Sabtu 10 Maret 2007

Posted by on Mar 13th, 2007 and filed under My Job. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response by filling following comment form or trackback to this entry from your site

Leave a Reply

*