Too much love will kill you… Too much money I love you dong…

Beberapa saat yang lalu aku menerima sms dari seseorang, nomornya tidak aku kenal tapi pengirimnya mencantumkan nama…, terkesan sangat sopan tapi mencerminkan satu kesombongan dalam diri pengirimnya.. pengen ngajak berantem. Isinya sempat membuatku ketawa… ngga penting dan menurutku dia sudah sangat under estimated. Sms pertama yang sangat menggelikan itu ku cuekin.. ngga penting banget isinya biarpun seharusnya aku menjawab tapi menurutku buang buang pulsa saja. Sms kedua permintaan maaf.. akhirnya kubalas “yaps. maaf diterima”. Aku pikir menerima permintaan maafnya ngga masalah dan ngga perlu panjang panjang. Kebetulan aku lagi sibuk membuat situs untuk “Djarum Super Friendship Day“. Jadi aku berusaha berpikir positif supaya konsentrasi pekerjaan ngga terganggu.

Beberapa saat datang lagi sms ketiga.. bah..!!!. Jadi kepikiran juga untuk membalas sms ini.. tapi buat apa ya? Kayaknya ngga perlu dijawab deh… Apakah aku emang melakukan seperti yang dituduhkannya padaku? Hah…??? kucoba mengetik beberapa kata di HPku… tapi aku berpikir lagi buat apa aku ngebalasnya? Bukankah sebelum hari ini aku sudah berusaha untuk berpikir positif?
SMS ketiga ini kuketawain aja. Dan akhirnya sms ke empat masuk lagi… kubiarkan saja dia menilaiku seperti apa yang dia tulis dalam smsnya… ngga perlu di balas. Dalam hati aku ketawa mengingat bagaimana dia bisa menilaiku seperti itu. Dasar orang yang sudah paranoid.. ngga pernah berpikir positif. Ingin kujawab .. GR LU..!! TAPE… DEH………

Bah.. rada ngga nyambung ama judulnya ya?? Ngga apa-apalah yang penting nyambung ama isi kepalaku.

Posted by on Feb 7th, 2007 and filed under My Life. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response by filling following comment form or trackback to this entry from your site

1 Response for “Too much love will kill you… Too much money I love you dong…”

  1. [...] Kusadari dari kejadian hari ini, aku memang sudah menjadi sumber masalah diantara mereka. Entah kenapa bisa seperti itu aku sendiri bingung melihatnya. Padahal aku merasa tidak pernah memicu masalah diantara mereka. Pikirin mereka mungkin terlalu jauh menilaiku. Sama seperti pernyataan yang pernah aku terima dulu : (baca di sini). Atau ini adalah cara mereka yang tidak bisa aku mengerti? Entahlah. Aku sudah tidak mau memikirkan itu lagi. Aku hanya bisa menjalani apa yang mereka minta. Lagian aku ngga pernah rugi menerima keputusan seperti itu. Kalau memang itu demi kebaikan mereka aku sendiri tidak keberatan untuk tidak berhubungan lagi dengan mereka. [...]

Leave a Reply

*