Induk Huruf
Sistem tradisi penulisan didalam bahasa Batak Toba diduga telah ada sejak abad ke-13,dengan aksara yang mungkin berasal dari aksara Jawa Kuna, melalui aksara Sumatera Kuna. Aksara ini bersifat silabis artinya tanda untuk menggambarkan satu suku kata/silaba atau silabis. Jumlah lambang /tanda itu sebanyak 19 buah huruf yang disebut juga induk huruf dan ditambah 7 jenis anak huruf.
Pada dasarnya huruf /ka/ tidak pernah ditemukan dalam bahasa Batak Toba, misalnya orang Batak Toba pada mulanya bila menyebutkan kopi adalah hopi, dan hoda [bukan kuda]. Tetapi sekarang ini orang Batak tidak lagi menyebutnya hopi melainkan kopi, itulah perubahan pelafalan dalam bahasa Batak Toba.
Catatan:
Anak Huruf
Anak huruf dalam aksara Batak Toba terdiri atas 7 buah yang dipergunakan untuk mengubah bunyi induk huruf, misalnya bunyi /i, u, o,e/ dan menambah bunyi /ng/ pada induk huruf tersebut . Perhatikan anak huruf di bawah ini.
(1) Ingkon jumolo do ina ni surat bahenon, misalnya morhamisaran “ng” ipe asa maranak; morhatadingan “e”; morhaboruan “o” morhauluan “i”; morhaboritan “u”.
(2) Ingkon jumolo do ina ni surat marhajoringan “h” (di Simalungun dohot Karo) ipe asa maranak; hatalingan “e” ; haboruan “o” hauluan “i”.
(3) Ingkon jumolo do ina na tu inana tongonon “manongan “, ipe asa mangihut anakna bahenon.
Ndang jadi tu anak ni surat ampe hamisaran i, ingkon tu ina ni surat do parjolo, ipe asa maranak, morhauluan manang morhaboruan.
PENGEMBANGAN AKSARA BATAK
Pada awalnya nenek moyang kita Siraja Batak mengukir aksara Batak untuk dapat menulis bahasa Batak, bukan untuk dapat menulis bahasa-bahasa yang lain. Barangkali pada waktu aksara Batak itu disingahon Siraja Batak, mereka tidak teipikir bahwa masih ada bahasa-bahasa yang lain selain bahasa daerah Batak.
Akan tetapi setelah Siraja Batak marpinompari, mereka menyebar ke desa na uwalu, barulah mereka tahu bahwa sebenarnya masih ada bahasa daerah selain bahasa Batak.
Hal ini setelah datangnya sibontar mata (bangsa asing), kemudian menyusul dengan perang Batak dan perang Padri, barulah terbuka mata para pendahulu kita bahwa sebetulnya masih banyak bahasa-bahasa yang mereka temui di luar Tano Batak.
Kemudian kita merdeka, maka semakin banyak pula pergaulan orang Batak dalam rangka mencari upaya-upaya peningkatan taraf hidup.
Mereka bisa sekolah di negeri masing-masing bahkan bisa di luar Tano Batak dan akhirnya bisa ke Batavia.
Pengetahuan kita semakin terbuka sehingga selain bahasa Indonesia masih banyak bahasa-bahasa daerah lain dibumi persada kita ini.
Kalau kita melihat bahasa daerah Sunda, Jawa, Bali dan lain-lain, aksara Batak itu hanya bisa menulis bahasa Indonesia selain bahasa Batak. Aksara Batak tidak bisa menulis bahasa Sunda, Jawa, Aceh, Bali dan sebagainya maupun bahasa-bahasa asing seperti bahasa Inggris, Perancis, Jerman.
Untuk mengantisipasi perkembangan zaman, sesuai dengan amanat GBHN, maka tokoh-tokoh masyarakat Batak melalui seminar pada tanggal 17 Juli 1988, telah mencoba mengembangkan aksara Batak dari 19 induk huruf menjadi 29 induk huruf.
Dengan demikian, maka bahasa Indonesia akan dapat dituliskan dengan aksara Batak.
Surat Batak yang di sepakati 17 Juli 1988 dikembangkan oleh masyarakat Batak Angkola-Sipirok-Padang Lawas-Mandailing-Toba-Toba-Dairi-Simalungun dan Batak Karo
……………. Akan di lanjutkan di topik berikutnya
Sumber : Berbagai Sumber
horas lae…….adong na porlu on……
naeng tu proposal……
au mandabu holong tu budaya hita ….halak batak
boi do i kirim lae …asal mulana bentuk dari huruf batak…..
umpana sada hata ma……baen…..
jelaskan ma…..han aha ma mulana sada huruf i….i bentuk….
han pohon…do…manang aek …manang binatang….
mauliate da lae
oh… ndang adong dope hea dapothu info taringot tu son ale bah.. jadi mungkin butuh waktu dope untuk mangalului infona. Adong sian hamu angka dongan na asing na boi membantu??
Mauliate
[...] Sejarah dan bagaimana betuk Aksara Batak dapat dilihat di link ini. Adapun Informasi lain tentang Aksara Batak Toba dapat dilihat disini [...]
horas anak batak…
tinggal di medan do ahu amang (anak medan anak medan anak medan do au kawan ), na naeng paboahon ADONG DO HALAK HITA BATAK NA DOHOT (gencar) MELESTARIKAN BUDAYA BATAK TA..
Ia ompu i margoar :Op. Monang Napitupulu…
boi do halak manghubungi nasida tu nomor:081370764444.
jala martungkar pikkiran ma hamu ttg budaya ta di tonga2 ni era globalisasi on…
horas…
Siapa di antara simanjuntak boru dan bere yang bisa ajari Angel belajar tulisan Batak.
Ada umpasa yang mau angel, :
Kalapa Mumbang, Dua Satali
Boru Manjuntak, Mura Mardandi
Horas,
Angel
horas lae..boa do?baen hamu majo blok taringot tu aksara batak on..baen huruf na..asa halak batak naso mamboto aksara ta… gabe mamboto.
lae juntak….aku pernah ketemu site yang bisa translate dari hurup kita ke hurup batak…tapi karena laptop ku pernah ke format, ilang bookmark nya…
aku pernah dapat situs yang pernah dibuat sama orang batak mengenai aksara batak. di situ kita bisa masukkan akasar indonesia dan nanti akan dirubah jadi aksara batak sama dy. tapi berhubung laptopku pernah keformat, jadinya ilang deh
tapi ada kok
@Manalu
Coba pakai TransToba2, karya Uli Kozok yang berfungsi sebagai transliterasi dari tulisan latin ke aksara batak dan sebaliknya. Di situs ini juga udah tersedia http://simanjuntak.or.id/2008/08/26/transtoba2-karya-uli-kozok/
Jika sudah menemukan yang “terhilang” dari komputer lae itu, mohon dibagi-bagi.
Horas
kayaknya aku d donlot…yang java itu bukan lae?makenya gmana?
Aku udah pernah buat sopwer converter aksara Latin to Toba. 3 tahun yang lalu. under VB dan berhasil membuatku lulus kuliah waktu itu hehe..
Ntar saya upload lae..supaya semua dapat.
Horas…!!!
Saya adalah keturunan Sitombuk-Pande Aek nomor 15, ompung merantau ke Padang Sidempuan-Tapanuli Selatan masa perang kemerdekaan dari Meat-Balige. Setiap tahun pada hari Raya Idul Fitri kami selalu diajak Ompung ke Meat-Balige (nama ompung saya MANOLAM SIMANJUNTAK, karena disana masih ada adiknya bernama Liberty Simanjuntak.Walaupun Ompung dan adiknya sudah mendahului kami tapi kami tetap selalu ke Meat-balige persis di tepian Tao Toba.
Yang paling kami suka jika dibawa jalan ke Tugu Sitolu Sada Ina dan makam Sisingamangaraja XVII karena pulang dari sana pasti kami merasakan SPIRIT bertambah.
Oya saya BISA TULIS&BACA aksara batak sejak dari SD hingga sekarang sudah berumur 37 tahun dan tinggal di Jambi sejak SMP tahun 1986, saat SD saya tinggal di SIPIROK karena orangtua saya Abdul Manaf Simanjuntak bekerja sebagai Kepala Sekolah STM Swasta Sipirok sejak tahun 1969 s/d 1986 namun karena sekolah tersebut tidak mendapat bantuan dari pemerintah akhirnya sekolah tersebut mati (padahal telah banyak alumni STM Sipirok tersebut yang sudah berhasil, mudah-mudahan ada diantara pembaca yang mengetahui riwayat STM Sipirok ini), dan Ibu saya juga guru SKKP Negeri Sipirok yang sekolahnya juga mati karena tak ada perhatian dari pemerintah setempat
Tarsaimajolo hata sian ahu,hurang lobi ahu mangido maaf na sagodang-godang na.
rgd,
Syahrul Hanafi Simanjuntak SE
Horas Ma Abanganda Syahrul Hanafi Siamanjuntak, SE
Au Poltak Simanjuntak Hutabulu No. 15, tinggal di Medan. Terimakasih telah bersedia mengenalkan diri di web kita ini. Jika ada kesediaan membuat tulisan mengenai keberadaan Simanjuntak Sitolu Sada Ina di Jambi di web ini, tentu akan lebih mendekatkan hubungan silaturahmi kita.
Salam untuk semua keluarga kita di Jambi.
Selamat menunaikan Ibadah Puasa.
Kalau ada waktu kunjungi webku : http://poltak.simanjuntak.or.id
Horas
Horas..
Kebetulan saya pernah bikin sopwer serupa 3 tahun yang lalu, belum coba sih yang punyanya Pak Uli.
Bagi yang mau coba donlot silahkan di :
http://www.4shared.com/file/62688828/1169a1e0/Latin-Batak_Toba_Script_Convertion_Program_Setup.html
Horas,,
Saya Samuel Siregar,,
tinggal di medan,..
saya mAu menaNYakan mEngapa dUlu pada saat pErang bAtak yang dikenal dengan “Tingki ni Podari”yang artinya perang Padri terjadi di tanah batak..Apa yang menyebabkan perang itu terjadi..
Mauliate..
Bang boleh ngak aku minta tolong
upload dulu software aksar latin to toba
yang kau buat itu, mau ku jadikan
studi kasus untuk buat tugas akhir ku
makasih sebelumnya ya bang