” Seminggu yang lalu, di detik detik seperti sekarang ini semuanya aku putuskan untuk kuselesaikan dengan baik, pagi itu aku berdoa:
“Tuhan terlalu banyak dosa yang kami lakukan, ampuni kami Tuhan, aku sadar kalau kami memulainya dengan dosa, aku mohon pengampunan dari Tuhan. Kuduskan kami Tuhan atas segala dosa dosa kami. Tuhan… selama ini aku selalu merasa paling benar, aku selalu merasa telah berbuat baik pada dia. Aku sungguh sombong dihadapan Tuhan dengan semua tindakanku ini, selama ini aku selalu mengandalkan pikiranku untuk menghadapinya. Malam ini aku datang meminta ampun di hadapan Tuhan. Ampuni semua kesalahanku Tuhan. Jadikan aku menjadi saluran berkat Tuhan buat dia.. supaya yang kuberikan selama ini menjadi berkat dari Tuhan buat dia. Kuatkan dia Tuhan menjalani hidupnya esok hari. Jangan biarkan kuasa iblis menguasai kehidupannya. Bimbing dia Tuhan untuk melalukan hal hal terbaik buat dirinya agar sesuai dengan Firman Tuhan. Apapun yang terjadi besok hari, biarlah kuasa Roh Kudus yang bekerja dalam hatiku agar apa yang akan kulakukan selalu untuk memuliakan namaMU. Tuhan… ajari aku untuk memberikan respon yang terbaik demi kemuliaan namaMU, Seandainya dia bukan jodohku, berikan padanya seorang laki laki yang takut akan Tuhan, yang bisa menyayangi dia seperti rasa sayang yang aku miliki saat ini. Biarlah hal terakhir yang aku lakukan ini sesuai dengan Firman Tuhan…. Terima kasih Tuhan Yesus” AMIN
Pagi itu aku sangat bersuka cita dengan apa yang sudah aku lalui, akhirnya semuanya terselesaikan. Aku berpikir besok hari dengan kuasa Roh yang akan bekerja dalam diriku akan membuat semua menjadi semakin indah.
Malam ini aku kembali tidak bisa memejamkan mata walaupun sudah kuusahakan, segala kejadian kejadian masa lalu memenuhi otakku. Teringat kembali sms yang aku terima pagi itu “kalau selama ini dia tidak pernah memiliki rasa sayang seperti yang aku miliki. Hanya dia dan Tuhan yang tahu kenapa selama ini dia selalu mengiakan segala omonganku”. Apakah termasuk harus berpura pura menyayangiku juga seperti apa yang sudah kami lalui? Tujuannya apa? Koq dia tega melalukan hal seperti itu? Bukankah itu seharusnya menjadi hal yang paling memalukan buat dia? Apakah itu hanya karena emosi sesaat saja?
Kalau tidak memiliki rasa sayang kenapa dia memberikan tubuhnya untuk kusentuh???
Perempuan yang bagaimana yang berani melakukan hal seperti ini kalau tidak dengan alasan “Cinta”?
Banyak hal yang muncul dalam pikiranku kenapa dia sampai berani berbuat seperti itu. Padahal buat aku sendiri kejadian yang pernah kami lalui bersama tersebut kuanggap adalah salah satu bukti bahwa dia juga memiliki perasaan yang sama dengan aku. Aku kembali bertanya,Apakah dia mengeluarkan statement seperti itu hanya untuk mencari “pembenaran diri” yang tujuannya adalah untuk membuat aku kecewa dan patah hati? Sebenarnya kalau akhirnya seperti ini aku tetap akan kecewa. Dia tidak perlu mengeluarkan statement itu. Karena statement dia yang seperti ini mengingatkan aku kembali jauh ke masa lalu yang pernah aku jalani. Apa bedanya wanita ini dengan wanita wanita sebelum dia? Banyak hal yang kulalui dengan wanita wanita tersebut, tapi satu hal yang pasti “aku tidak pernah menuntut kasih sayang dari mereka dan tidak pernah sekalipun memberikan kasih sayang pada mereka”.
Teringat kembali kata kata dia dulu, dia pernah mengakui kalau rasa sayang itu ada walaupun tidak sebesar yang sebelumnya. Aku tahu alasan dia waktu itu, ada seseorang yang menurut dia memiliki masa depan yang lebih baik dibandingkan aku. Itu kuanggap wajar wajar saja. Siapapun bebas bebas aja untuk memilih sebelum ada ikatan yang sakral. Tapi sebagai wanita baik baik yang aku kenal kenapa dia musti mengakhirinya dengan kata kata seperti ini? KALAU BUKAN KARENA CINTA ADAKAH ALASAN YANG LAIN SELAIN UANG?
Saat pertama sekali……. ah… Tuhan.. jauhkan pikiranku dari hal hal seperti ini, aku tidak mau menyamakan dia dengan wanita yang aku kenal sebelum dia. Aku ingin semua yang kuberikan itu menjadi berkat buat dia.