lungun lungunan

I GUEST…….

Oon

What is it that you just can’t see.
You ignorant words or the way you don’t listen?
How about how rude you tend to be,
without even caring.

I just smile, and nod pretending all is fine.
I grin and lie, right to your face.
Not wanting you to say something you might regret.

I do my best, to please you and your ways.
I push out the fact it’s hurting me.
The fact you are hurting me

Just one of many promises that are now shattered.
My trust for you has crumbled.
I no longer feel like I love you.

Yet I smile and nicely reply ” I love you too baby”.
Then you leave,
leaving things all messed up.
My feelings hurt, and your pride and ego
growing.

I don’t see how, I don’t get why.
You lied and said you were different.
Obviously I was wrong.

You are just like the rest of them.
You don’t care nor want to care about anyone but you.
You can’t seem to remember we are one.

I no longer enjoy being around you.
I despise the fact we are promised
The memories means nothing to me anymore.

I hate to even remember it.
It’s just a mask, to cover up the lies.
I could have sworn I knew you.

I guess I was blind.
I guess I was wrong.
And I guess you don’t know me.

Posted by on Aug 13th, 2006 and filed under Poem. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response by filling following comment form or trackback to this entry from your site

4 Responses for “lungun lungunan”

  1. Harvest says:

    “”"
    Butanya dikau hingga tiada melihat
    Kata katamu sombong dan caramu cuek
    Betapa tegahnya dikau tiada peduli?

    ‘Ku hanya tersenyum, berpura2 bahwa semuanya baik2 saja
    ‘Ku tertawa cekikikan, tepat di wajah mu
    Tiada ingin mengatakan sesuatu yang mungkin akan menyakiti-mu
    Kulakukan segala yang terbaik, menyenangkan dikau dengan cara yang dikau inginkan
    Ah! ‘Ku coba menepis kenyataan yang menyakiti ‘ku

    Hanya satu dari banyak janji yang kini remuk

    Kepercayaan ku padamu telah hancur
    ‘Kurasa aku tidak mencintaimu lagi
    Tetapi, aku tersenyum dengan manisnya berkata “aku juga mencintai mu, kekasih-ku

    Aku tidak tahu bagaimana dan mengapa?
    Engkau berdusta dan mengatakan kalo dulu dikau berbeda
    Aku benar benar salah!

    Dikau sama saja seperti mereka semua
    Tiada peduli dan tidak mau peduli pada yg lain, hanya peduli dirimu saja (egois :) ) )
    Dikau tiada bisa melihat bahwa dulu kita adalah satu

    Tiada ‘ku menikmati lagi berada di sekitar mu
    Tak ‘kan ku pedulikan lagi bahwa kita telah berjanji
    Kenangan itu tiada artinya lagi

    Aku bahkan benci mengingatnya
    Hanya sebuah topeng penutup kebohongan
    Aku bersumpah kalau dulu aku mengenal mu

    Ku rasa, aku dulu buta
    Ternyata aku dulu salah!!!
    Dan aku rasa engkau tiada mengenali aku
    “”"

    ===Attar songoni ma ra terjemahan ni puisi-mi ate?===

    Ai na malala do roha mi tulang??? songon na ngeri fuang :) )

    === To handle yourself,use your head–To handle others, use your heart===

    by “Eleanor Roosevelt”

  2. Bang Juntak says:

    Thanks ito hasian sudah mengedit terjemahannya.. ternyata bagus juga bhs indonesianya kamu bikin…

  3. waduh puisinya ko kayak gini…..:D

  4. rio simanjuntak says:

    nga ribak be rohangki.
    nga pultak be, sande huhilala.

Leave a Reply

*